Hari anak: 20 November, 1 Juni, atau 23 Juli?




Oleh Laksamindra Fitria

(Mahasiswa Program Studi Doktor Buologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)


Beberapa hari lalu, 20 November diperingati sebagai Hari Anak. Namun, banyak negara yang memperingati Hari Anak pada tanggal 1 juni. Di Indonesia, Hari Anak diperingati setiap tanggal 23 Juli. Mengapa ada tiga versi Hari Anak?


Versi 1

Hari Anak yang diperingati setiap tanggal 20 November disebut "Hari Anak Sedunia" atau Universal Children's Day, dicanangkan oleh PBB sejak tahun 1954. Sejarahnya dimulai tahun 1946, saat Majelis Umum PBB membentuk UNICEF (United Nations International Children's Emergency Fund) yang bertugas menyediakan bantuan darurat berupa makanan dan perawatan kesehatan bagi anak-anak korban Perang Dunia II.

Seiring berjalannya waktu, tugas UNICEF pun bertambah. Tidak hanya memberikan bantuan makanan dan kesehatan, tetapi juga menyelamatkan kehidupan anak-anak; memberikan perlindungan yang layak, membela hak-hak mereka, serta menyelenggarakan pendidikan untuk membantu mengasah dan mewujudkan potensi dari mulai masa kanak-kanak hingga remaja.

Oleh karena itu,sejak tahun 1953 UNICEF dijadikan sebagai badan tetap PBB dengan sedikit perbedaan nama menjadi United Nations Children's Fund namun singkatannya tetap sama: UNICEF.


Pada tanggal 20 November 1954 PBB menetapkan satu hari khusus untuk bertukar pikiran mengenai anak-anak dan memulai tindakan nyata untuk memberikan kesejahteraan kepada mereka. Hal ini disambut baik oleh negara-negara di seluruh dunia, sehingga PBB menetapkan tanggal 20 November sebagai Universal Children's Day.

Aktivitas yang berfokus pada anak dilanjutkan dengan Deklarasi Hak Anak (Declaration of the Rights of the Child) pada tanggal 20 November 1959 yang menghasilkan 10 prinsip perlindungan anak dan menegaskan tanggung jawab untuk melindungi anak mulai dari dalam kandungan hingga setelah dilahirkan.

Tiga puluh tahun kemudian, yaitu tanggal 20 November 1989, PBB menyampaikan Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Child) yang mengubah cara pandang dan perlakuan terhadap anak. anak harus dipandang sebagai manusia seutuhnya yang memiliki hak sebagai manusia lainnya. Anak memiliki hak untuk hidup, sehat, berkeluarga, belajar, bermain, tidak boleh dianiaya, harus dilindungi dari eksploitasi, kekerasan, pelecehan, diskriminasi, memiliki hak untuk berpendapat, kebebasan berekspresi, berpikir, mengikuti hati nurani dan agama.


Versi 2

Hari Anak yang di peringati setiap tanggal 1 Juni disebut "Hari Anak Internasional" atau tepatnya "Hari Perlindungan Anak Internasional" (The International Day for Protection of Children). Hari anak versi inilah yang paling banyak diperingati oleh negara-negara di seluruh dunia mulai tahun 1950. Penetapan ini berdasarkan hasil kongres Women's International Democratic Federation di Moskow, Rusia pada tanggal 4 November 1949.

Beberapa tahun sebelumnya, pada tahun 1925 di Jenewa, Swiss telah diselenggarakan  Konferesi Kesejahteraan Anak (World Conference for the Wellbeing of Children). Saat itu dibahas mengenai banyaknya anak-anak yang terlantar dan diperlakukan tidak semestinya. Pertemuan tersebut menghasilkan Deklarasi Jenewa yang secara garis besar menyatakan Deklrasi Jenewa yang secara garis besar menyatakan bahwa anak harus dicukupi kebutuhan material dan spiritualnya untuk tumbuh kembang dengan pemberian makanan yang bergizi, pelayanan kesehatan jasmani dan rohani, jaminan perlindungan fisik dan mental, serta pemahaman kepada anak untuk memiliki jiwa sosial dan kemanusiaan.

Tiongkok adalah negara pertama yang mendukung peringatan Hari Anak versi ini. pada tanggal 1 Desember 1949, pemerintah Tiongkok  mengumumkan keputusan bahwa setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Anak Internasional. Sebelumnya negara ini sudah memiliki semacam Hari Anak yang disebut "Ertun Tse", diperingati setiap tanggal 4 April sejak tahun 1931.


Versi 3

Hari Anak yang diperingati setiap tanggal 23 Juli di Indonesia disebut "Hari Anak Nasional",
berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984.

Peringatan Hari Anak Nasional berbeda-beda di berbagai negara, meskipun ada juga yang sama. Masing-masing didasari oleh nilai historis yang ada di negara bersangkutan, kebijakan pemerintah, dan lain-lain.

Adanya beberapa versi Hari Anak inilah yang kemudian melatarbelakangi  PBB untuk menyatukan seluruh negara di dunia untuk bersama-sama memperingati Hari Anak setiap tanggal 20 November.

Untuk peringatan Hari Anak tahun 2018 ini UNICEF menggunakan kode "biru" dengan semboyan, "Childrem are taking over and turning the world blue", yang artinya: "Anak-anak mengambil alih dan mengubah dunia menjadi biru. "Aktivitas bertagar #GoBlue ini meliputi berbagai video promosi resmi UNICEF yang menampilkan selebriti dunia Millie Bobby Brown, ajakan untuk menandatangani petisi global, mengunggah foto maupun video dalam dresscode dan suasana serba biru di media sosial sebagai bentuk dukungan terhadap anak, dan masih banyak lagi.


Penutup

Selama hak-hak anak tetap diberikan, tak jadi masalah mau tanggal berapa peringatan Hari Anak. Justru dengan banyaknya tanggal peringatan maka akan semakin baik, karena orangtua jadi sering diingatkan untuk terus memberikan perhatian terhadap anak-anaknya. Tidak hanya dalam wujud material. orangtua juga perlu mengalokasikan waktu, kesempatan, pikiran, perasaan dan tindakan nyata untuk memberikan pendidikan kognitif, budi pekerti, dan spritual kepada anak sebagai bekal mereka di masa depan.

Tiga hal utama yang penting disoroti mengenai kehidupan anak-anak pada saat ini adalah: pendidikan, kecakupan gizi dan pemenuhan kesehatan, serta pergaulan bebas dan dampak perkembangan teknologi informasi.



Editor: Rahmat Gifari Ramadhan